Berita Okezone.com on NOBARTV.LIVE -
Alasan Manchester City Dilarang Tampil di Liga Champions

MANCHESTER - Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) melarang Manchester City tampil di Liga Champions selama dua musim (2020-2021 dan 2021-2022) karena melanggar aturan Financial Fair Play (FFP). Lantas, apa pelanggaran yang dibuat Manchester City sehingga mendapat hukuman di atas?

Sejak 2018, tim investigasi keuangan UEFA menilai ada yang salah dalam laporan keuangan Manchester City dari 2012-2016. Dalam kurun waktu tersebut, Manchester City diduga melakukan penggelembungan dana sponsor.

Manchester City

Menurut laporan Der Spiegel, Manchester City hanya menerima 8 juta pounds (Rp143 miliar) saat menjalin kerja sama dengan maskapai asal Uni Emirat Arab, Etihad. Akan tetapi, dalam laporan keuangan yang mereka buat, Manchester City mendapatkan 67,5 juta pounds (Rp1,2 triliun) dalam kesepakatan tersebut.

Baca juga 5 Efek yang Diterima Manchester City Setelah Dilarang Tampil di Liga Champions

Kabarnya, sisa dana 59,5 juta pounds tidak didapatkan Manchester City dari Etihad, melainkan dari pemilik mereka yakni Sheikh Mansour. Hal itu dilakukan Manchester City agar seakan-seakan pendapatan mereka besar dan terhindar dari FFP.

Namun, nyatanya penggelembungan dana di atas justru menjadi masalah bagi Manchester City. Akibat hukuman tersebut, Manchester City bisa ditinggal sang pelatih, Josep Guardiola, dan sejumlah pemain bintang mereka.

Meski begitu, Manchester City masih bisa melakukan banding kepada Badan Arbitrase Olahraga (CAS). Jika banding dikabulkan, Manchester City bisa tampil di Liga Champions musim depan.

Berita Terkait